Jumat, 07 Agustus 2020

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

TERNYATA...

Aku melihat hidupnya begitu indah,

ternyata ia pandai menutupi keluh kesah.


Aku melihat hidupnya tak ada pedih,

ternyata ia hanya menutupi dengan mensyukuri.


Aku melihat hidupnya tanpa ujian,

ternyata ia begitu menikmati badai hujan.


Aku melihat hidupnya sempurna,

ternyata ia hanya menjadi apa adanya.


Aku melihat hidupnya beruntung,

ternyata ia tunduk pada Allah untuk bergantung.


Aku belajar memahami...

Mengamati setiap hidup orang yang aku temui...


Ternyata aku yang kurang bersyukur...


Bahwa di belahan dunia lain,

masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki.


Dan satu hal yang aku sadari...


Bahwa Allah, Ilaahi Rabbi,

tak pernah mengurangi.


Hanya akulah yang masih saja mengkufuri,

anugerah Ilaahi…


Maka jangan iri hati dengan rizki orang lain…


Mungkin kau tak tau dimana rizkimu…

Tapi rizkimu tau dimana dirimu…


Dari langit, lautan biru, bumi dan gunung…

Allah memerintahkannya menujumu…


Allah menjamin rizkimu, sejak 4 bulan 10 hari kau dalam kandungan ibumu…


Amatlah keliru bila bertawakkal akan rizki, dimaknai dari hasil bekerja…


Karena bekerja adalah ibadah… sedang rizki itu urusanNya…


Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijaminNya…

adalah kekeliruan berganda…


Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji…

yang mungkin esok akan ditinggal mati…


Mereka lupa bahwa hakekat rizki bukan apa yang tertulis dalam angka…

tetapi apa yang telah dinikmatinya…


Rizki tak selalu terletak pada pekerjaan kita…

Allah menaruh sekehendakNya…


Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa…

Tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya…


Ikhtiar itu perbuatan…

Rizki itu kejutan…


Dan jangan lupa…


Tiap hakekat rizki akan ditanya…

“Dari mana dan untuk apa..."


Karena rizki adalah “hak pakai”…

Halalnya dihisab…

Haramnya diadzab…


Maka, jangan kau iri pada rizki orang lain…


Bila kau iri pada rizkinya, kau juga harus iri pada takdir matinya…


Karena Allah membagi rizki, jodoh dan usia ummatnya…

Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya…


Jadi yakinlah semua adalah dan atas kehendakNya…


 ***

Barakallahufiikum..


Copas dr grup sebelah... InsyaAllah bermanfaat